Wae Rebo, Kampung Adat Paling Misterius di Dunia

Nama Wae Rebo mungkin tidak setenar Bali atau Yogyakarta di telinga turis mancanegara. Namun sejak ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia dengan tingkat konservasi tertinggi se-Asia Pasifik tahun 2012 semakin banyak wisatawan asing yang mengunjungi Wae Rebo. Letaknya yang terpencil dan jauh dari peradaban lain tentu memancing banyak tanda tanya dalam banyak wisatawan. Ditambah lagi dengan keberadaannya diatas gunung sering dijuluki desa diatas awan.

wae rebo

Konon, terbentuknya daerah Wae Rebo sendiri cukup mistis. Alkisah ada seorang yang bernama Empo Maro. Empo Maro inilah yang dipercaya sebagai nenek moyang Wae Rebo. Empo Maro dikisahkan berasal dari Minangkabau. Ia bersama sanak kerabatnya berlayar merantau dari kampung halaman hingga akhirnya berlabuh di Flores. Empo Maro berpindah dari satu kampung ke kampung lainnya hingga akhirnya menetap di Wae Rebo. Sayangnya, tidak ada yang tahu pasti kapan tepatnya Empo Maro tiba di Wae Rebo dan memulai kehidupan di daerah pegunungan terpencil Flores.

Dituturkan kalau Empo Maro memilih Wae Rebo sebagai tempat tinggal setelah mendapat ilham saat tidurnya melalui seekor musang yang berpindah ke tempat lain di arah timur. Keunikan Wae Rebo adalah pola hidup yang sangat tidak biasa di belahan dunia manapun di dunia ini.

Wae Rebo memiliki 7 rumah utama yang disebut Mbaru Niang. Ketujuh rumah ini tidak bisa ditambah atau dikurangi. Masyarakat boleh membangun rumah di sekeliling kampung namun tidak boleh sama dengan Mbaru Niang. Itulah peraturan yang tidak boleh dilanggar.

Mbaru Niang juga memiliki nama lain yakni Rumah Bundar. Rumah ini memiliki tinggi hingga 15 meter. Uniknya satu rumah bisa ditinggali 6-8 keluarga. Setiap rumah memiliki tinggi dan diameter yang sama.

Pertanyaan esensial kembali muncul bagaimana orang mencapai tempat ini? Kenapa begitu banyak turis asing yang rela berjalan hingga 4 jam mendaki pegunungan hanya untuk melihat kampung Wae Rebo?

Perjalanan yang panjang serta medang yang terjal kembali mengundang pertanyaan, bagaimana mungkin sebuah kampung yang adatnya begitu kaya bisa ada di tempat yang tak terpikirkan oleh siapapun. Inilah yang kemudian membuat banyak wisatawan rela bersusah payah berkunjung ke Wae Rebo. Mereka ingin menuntaskan dahaga penasaran mereka.

Masih mau bilang budaya Korea dan Jepang lebih keren dari budaya Indonesia? Jelajahin dulu keindahan Indonesia sebelum kamu memuji kebudayaan dan wisata negara lain.